Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 07 Januari 2015

Arab Saudi Melunak, Harga Minyak Dunia Bakal Naik

Ekonom Standard Chartered Bank, Eric Sugandhi memproyeksikan harga minyak dunia akan terkerek naik sepanjang tahun depan. Hal ini seiring melunaknya Arab Saudi terhadap kebijakan memangkas produksi minyak mentah.

"Harga jual minyak mentah masih bisa naik di kuartal III 2015 menjadi US$ 89 per barel, dan meningkat lagi US$ 93 per barel di kuartal IV 2015 sampai kuartal II 2016," ujar dia di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Proyeksi kenaikan harga minyak dunia, kata Eric, karena Arab Saudi diperkirakan merevisi kebijakannya. Sebelumnya Arab Saudi menolak usulan Venezuela agar anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) menurunkan produksi minyak mentah agar harga minyak kembali terangkat.

"Arab Saudi diperkirakan akan mulai melunak terhadap kebijakannya sehingga harga minyak bisa terdorong naik," tegasnya.

Dia menjelaskan, Arab Saudi kemungkinan mati-matian mempertahankan produksi minyak mentah dan berkeinginan harga jual menurun terus supaya mematikan harga shale gas (gas alam).

"Spekulasi yang beredar seperti itu. Tapi yang jelas, penurunan harga minyak mentah dunia positif buat Indonesia, tapi tidak bagi Rusia," paparnya.

Akibat penurunan harga minyak dunia dan depresiasi mata uang Rubel, tambah dia, Rusia mengambil kebijakan kenaikan suku bunga acuan dari 10,5 persen menjadi 17 persen.

Minim Sentimen Positif Picu Laju IHSG Variatif

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan variatif pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Analis PT Universal Broker Securities Satrio Utomo mengatakan, saat ini belum ada sinyal kuat untuk mendorong indeks saham. Jadi, gerak IHSG memanfaatkan pelemahan yang cukup dalam beberapa hari kemarin.

"Sebenarnya hanya teknikal rebound, kalau jelek bisa kurang lagi," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Dia mengatakan, posisi IHSG kurang meyakinkan pasalnya kondisi bursa regional sedang tidak baik. Hal itu ditambah dengan melemahnya harga minyak dunia.

Posisi indeks saham di zona hijau pada perdagangan kemarin, menurut Satrio karena menurunnya aksi jual investor asing. "Kalau saya pikir gara-gara net sell asing berkurang banyak," ujarnya.

Untuk hari ini, Satrio memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.000 dan resistance pada 5.060 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Lebih lanjut, dia memilih PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) untuk dicermati pelaku pasar.
Sementara itu, Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, IHSG akan berada di rentang support 5.014-5.022 dan resistance 5.055-5.068. "Meski IHSG menguat, namun utang gap di 5.126-5.150 dan 5.069-5.094 belum tertutupi," kata Reza.
Ia menambahkan, mulai adanya aksi beli membantu IHSG berada di zona hijau. Meski dari sisi sentimen belum mendukung. "Laju IHSG dapat berpotensi menguat jika pelaku pasar masih memanfaatkanbuyback," ujar Reza.
Pada penutupan Rabu 17 Desember 2014, IHSG menguat 9,62 atau 0,19 persen di level 5.035,34.

Harga Emas Terjungkal Respons Pernyataan The Fed

Harga emas berjangka merosot pada perdagangan Rabu(Kamis pagi WIB) merespons pernyataan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).
Dilansir dari investingKamis (18/12/2014), harga emas bejangka untuk pengiriman Februari 2015  turun 0,06 persen menjadi US$ 1.193,6 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

The Fed memberi sinyal tidak akan menaikkan suku bunga acuan hingga 2015, tetapi banyak investor yang bertaruh pernyataan tersebut menunjukkan suku bunga pinjaman akan tetap rendah dalam jangka waktu yang cukup lama.

Departemen Tenaga Kerja AS sebelumnya melaporkan indeks harga konsumen AS turun 0,3 persen bulan lalu, melampaui perkiraan untuk penurunan 0,1 persen dan turun dari pembacaan flat pada bulan Oktober.
Harga konsumen 1,3 persen lebih tinggi pada basis tahun-ke tahun. nInflasi konsumen inti naik 0,1 perse dari bulan sebelumnya dan naik pada tingkat tahunan sebesar 1,7 persen. Para ekonom telah memperkirakan kenaikan bulanan 0,1 persen dan kenaikan tahunan 1,8 persen.
Harga perak untuk pengiriman Maret naik 0,7 persen menjadi US$ 15,863 per troy ounce, sementara tembaga untuk pengiriman Maret naik 0,38 persen pada US$ 2.869 per pon.